Pendahuluan
Dalam pengembangan backend menggunakan Golang, banyak developer menghadapi tantangan yang sama: struktur proyek tidak konsisten, boilerplate berulang, dan ketergantungan yang sulit dipisahkan dari logika bisnis.
Framework HTTP seperti Gin atau Echo memang cepat dan ringan, namun sering kali belum cukup ketika aplikasi tumbuh menjadi besar dan kompleks.
Di sinilah Prabogo Framework hadir — bukan sekadar web framework, melainkan framework arsitektur dan tooling yang membantu developer membangun aplikasi backend Golang secara terstruktur, modular, dan berkelanjutan.
Apa Itu Prabogo Framework?
Prabogo adalah framework Golang yang dirancang untuk:
-
Mengadopsi Hexagonal Architecture (Ports & Adapters)
-
Memisahkan domain bisnis dari detail teknis
-
Menyediakan CLI interaktif dan code generation
-
Mempercepat pengembangan tanpa mengorbankan kualitas desain
Berbeda dengan framework yang hanya fokus pada routing HTTP, Prabogo berfokus pada arsitektur aplikasi backend secara menyeluruh.
Filosofi dan Arsitektur Dasar
Prabogo mengadopsi Hexagonal Architecture, yang bertujuan menjaga agar core business logic tetap bersih dan tidak bergantung pada teknologi tertentu.
-
Domain
-
Ports (Interface)
-
Adapters (Infrastructure)
Domain |
Berisi logika bisnis murni, bebas dari framework dan infrastruktur |
Ports |
Interface sebagai kontrak antara domain dan dunia luar |
Adapters |
Implementasi seperti HTTP (Fiber), PostgreSQL, Redis, RabbitMQ |
Fitur Utama Prabogo Framework
CLI Interaktif & Code Generation
Prabogo menyediakan perintah berbasis CLI untuk menghasilkan boilerplate seperti:
-
Model dan migration database
-
HTTP handler
-
Adapter database dan cache
-
Message consumer
-
Struktur domain dan port
Hal ini membantu developer fokus pada logika bisnis, bukan penulisan kode berulang.
Struktur Proyek Terstandarisasi
Contoh struktur proyek Prabogo:
cmd/ internal/ domain/ port/ adapter/ model/ migration/ utils/
Struktur ini membantu penerapan best practice sejak awal pengembangan.
Integrasi Tooling Modern
Prabogo memanfaatkan ekosistem Go yang sudah matang:
-
Fiber
-
PostgreSQL
-
Redis
-
RabbitMQ
-
Docker
Framework ini menyatukan semuanya dalam satu arsitektur yang konsisten.
Perbandingan dengan Framework Lain
Aspek |
Prabogo |
Gin / Echo |
Beego |
Fokus |
Arsitektur & Tooling |
HTTP API |
MVC |
Hexagonal Architecture |
Ya |
Tidak |
Tidak |
Code Generator |
Ya |
Tidak |
Terbatas |
Cocok untuk |
Proyek menengah–besar |
API sederhana |
Web monolith |
Kapan Menggunakan Prabogo?
Prabogo cocok digunakan jika:
-
Proyek backend memiliki kompleksitas tinggi
-
Dibutuhkan arsitektur yang rapi dan scalable
-
Aplikasi memiliki banyak integrasi eksternal
Untuk proyek kecil atau prototipe cepat, framework ringan mungkin lebih sesuai.
Refleksi
Prabogo menunjukkan bahwa arsitektur adalah investasi jangka panjang. Dengan struktur yang jelas sejak awal, developer dapat mengurangi technical debt dan membangun sistem yang lebih tahan terhadap perubahan.
Penutup
Prabogo Framework menawarkan pendekatan modern dalam pengembangan backend Golang. Bagi developer yang mengutamakan arsitektur bersih, modularitas, dan skalabilitas, Prabogo dapat menjadi fondasi yang kuat.
Referensi
-
CodePolitan – Framework Prabogo
-
Alistair Cockburn – Hexagonal Architecture

